Postingan

PIALA MAYA 10 - NOMINASI FILM CERITA, ANIMASI, DOKUMENTER PENDEK

Setelah cuma menjadi komite pemilih di dua gelaran Piala Maya terakhir (dikatakan "cuma" karena tugas saya memang sebatas memilih pemenang dari nominasi yang ada), tahun ini saya diberi tanggung jawab mengkurasi judul-judul yang mendaftar di medium film pendek. Total ada 144 film, yang kemudian dibagi ke dalam tiga kategori. Dokumenter dan animasi pendek masing-masing ada lima nominasi, sedangkan

REVIEW - FLEE

Medium animasi berfungsi meniadakan kemustahilan yang membatasi live action. Itulah kenapa animasi identik dengan cerita fantastis dan tuturan over-the-top. Tapi Flee sebaliknya. Kemustahilannya bukan terkait hal-hal berskala besar, melainkan ruang intim individu. Visualisasi memori dan isi hati adalah tujuannya. Flee tidak menengadah ke luar, namun menilik jauh ke dalam.Animasi pun membantu sang

REVIEW - SPENCER

"A fable from a true tragedy" adalah bagaimana Spencer mencap dirinya. Bukan biopic, melainkan drama sejarah spekulatif tentang Diana Frances Spencer alias Puteri Diana. Tragedi yang dimaksud pun bukan kematian Diana. Jauh sebelum ia kehilangan nyawa, tapi saat itu, jiwanya yang pelan-pelan mati, di tengah kemegahan yang mengubur kemanusiaan.Latarnya tahun 1991, di mana keluarga kerajaan Inggris

REVIEW - THE WORST PERSON IN THE WORLD

"Kalau besar cita-citanya mau jadi apa?" merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering kita dapat sejak kecil. Konon agar kita paham ke mana mesti melangkah. Tapi bahkan setelah memantapkan pilihan kemudian menyusun rencana, apakah kita benar-benar selalu tahu yang kita mau? Apakah keinginan bersifat absolut, atau relatif, senantiasa bergeser seiring perubahan fase kehidupan, pengalaman,

REVIEW - TEXAS CHAINSAW MASSACRE

Leatherface (Mark Burnham) mematahkan tangan seorang polisi hingga tulangnya menyembul, lalu memakainya untuk menusuk leher si korban. Itulah pembunuhan pertama Leatherface di sini, dan saya langsung yakin bahwa film yang disutradarai David Blue Garcia ini bakal mengembalikan slasher ke akarnya, tanpa direcoki upaya tampil cerdas layaknya judul-judul modern beberapa tahun terakhir.Walau merupakan

REVIEW - PELANGI TANPA WARNA

Di kancah perfilman internasional, Still Alice (2014) memakai alzheimer untuk mengeksplorasi soal jati diri, sedangkan The Father (2020) memberi bukti bahwa ada cara bercerita segar guna mengemas tema tersebut. Pada medium yang lebih "ramah" pagi penonton awam, Kdrama yang identik dengan disease porn (terutama kanker dan alzheimer) pun secara aktif mempercantik eksekusinya. Tengok Navillera (2021

REVIEW - UNCHARTED

Keputusan menunjuk Tom Holland memerankan Nathan Drake versi muda, yang menjadikan Uncharted berstatus prekuel gimnya, tentu didasari star power sang aktor. Begitu melihat hasil akhirnya, rasanya pengalaman Holland melakoni adegan aksi di udara sebagai Spider-Man turut berperan. Ada dua set piece udara di sini. Keduanya digarap sangat baik, sampai terkesan bahwa adaptasi layar lebarnya eksis,